
Singa Bersayap Senfi Tugeh
Singa Bersayap tradisional Bali, yang oleh masyarakat setempat dikenal sebagai “Singa Bersayap” (atau “Singa Ambara”).
- Nama Produk
- Singa Bersayap Senfi Tugeh
- Harga Lelang Saat Ini
- Rp2.568.500
- Jumlah Stok Tersedia
- 1
- Spesifikasi Koleksi
- 58 × 54 × 45 cm
- Nomor Koleksi
- 3169196
Detail produk
Karya ini diukir dengan tangan dari kayu, dihiasi dengan pigmen warna-warni klasik serta detail penyepuhan emas. Dalam budaya Bali, karya ini melambangkan sosok pelindung yang kuat. Perhatikan bagian surainya yang berbentuk duri dan masih dalam kondisi utuh. Ini merupakan sebuah karya antik yang indah.
Mahakarya ini memiliki berat 8 kg dan berukuran 58 × 54 × 45 cm. Dalam arsitektur tradisional Bali, karya ini dikenal sebagai “Sendi Tugeh”. “Sendi” merupakan alas kayu berukir yang digunakan untuk menopang tiang kayu (tugeh) pada paviliun terbuka yang disebut “bale”. Alur atau bidang datar dan cekung yang diukir pada bagian atas punggung atau ekor singa merupakan titik pemasangan tiang kayu, yang berfungsi untuk mengikat dan menahan tiang struktur agar tetap kokoh. Bagian alas karya ukiran kayu ini memiliki satu retakan yang telah diperbaiki.
Konsep desain
1. “Singa” Melambangkan Kekuatan dan Perlindungan
Singa Bersayap menjadikan singa sebagai figur utama, dengan menampilkan kesan berwibawa melalui bentuk wajah, surai, cakar, dan postur tubuh yang dibuat secara ekspresif. Menempatkan figur yang memiliki kesan kuat ini pada bagian alas pilar bangunan memberikan makna visual yang jelas sebagai pelindung bangunan dan penjaga ruang.
2. “Sayap” Mencerminkan Transendensi dan Kesakralan
Berbeda dengan singa biasa, Singa Bersayap memiliki elemen sayap yang mengubah sosok hewan tersebut dari binatang buas di dunia nyata menjadi figur pelindung yang bernuansa mitologis. Sayap memperkuat asosiasi visual dengan gerakan naik, kekuatan, kesakralan, dan unsur supranatural, sekaligus memberikan kesan dinamis seolah-olah seluruh patung sedang mengembang ke arah luar.
Keunggulan
- Singa Bersayap Senfi Tugeh merupakan figur makhluk mitologis berupa singa bersayap yang memiliki ciri khas kuat dari seni tradisional Bali. Sosok ini memiliki kepala singa yang berwibawa, fitur wajah yang ekspresif, surai yang melengkung, serta sayap yang terbentang, membentuk tampilan yang unik dengan memadukan figur hewan nyata dan seni mitologi Bali.
- Karya ini biasanya dihiasi dengan pola ukiran tradisional yang rumit untuk menampilkan detail surai, sayap, dan bagian tubuh lainnya. Susunan ukirannya kaya akan lapisan dan memiliki efek tiga dimensi yang kuat, memperlihatkan gaya dekoratif seni ukir kayu Bali yang halus, detail, dan megah.
- Dalam konteks budaya tradisional, singa bersayap sering diberi makna simbolis berupa kekuatan, kewibawaan, perlindungan, serta penangkal pengaruh buruk. Oleh karena itu, karya ini tidak hanya memiliki nilai estetika yang tinggi, tetapi juga mencerminkan karakter khas estetika arsitektur keagamaan tradisional dan budaya mitologi Bali.
