Dzi Bead Antik Bermata Sembilan · 1 / 41 / 4
Dzi Bead

Dzi Bead Antik Bermata Sembilan

Dengan berbuat kebajikan dan mengumpulkan pahala, seseorang dipercaya dapat memperoleh sembilan tingkat kebajikan. Manfaatnya pun sangat beragam—welas asih, kemuliaan, perlindungan, ketenaran, martabat, kekuatan, kewibawaan, kendali, dan reputasi. Dipercaya dapat membantu mencapai kesuksesan dalam karier, mendukung perkembangan profesional, serta menjaga kestabilan kehidupan. Membantu menyingkirkan berbagai rintangan dan membawa kedamaian serta keselamatan.

Nama Produk
Dzi Bead Antik Bermata Sembilan
Harga Lelang Saat Ini
Rp17.551.460
Jumlah Stok Tersedia
0
Spesifikasi Koleksi
14,1 × 38,3 mm
Nomor Koleksi
2155688
Dapatkan detail

Detail produk

Dzi Bead Antik Bermata Sembilan dikenal sebagai “Raja Dzi Bead”, dan merupakan salah satu benda koleksi tingkat tinggi yang paling dihormati serta sarat legenda dalam tradisi Buddhisme Tibet dan koleksi budaya Himalaya.

• Raja Dzi Bead: Di antara seluruh totem Dzi Bead, Dzi Bead Bermata Sembilan menempati posisi yang paling tinggi. Dalam tradisi budaya Tibet, angka “sembilan” dianggap sebagai puncak angka Yang dan melambangkan kemuliaan serta kehormatan tertinggi.

• Sembilan Tingkat Kebajikan: Dalam Buddhisme, angka “sembilan” melambangkan kebajikan yang terkumpul dari Sembilan Kendaraan Dharma, termasuk kendaraan Sravaka, Pratyekabuddha, Bodhisattva, dan lainnya.

• Makna Keberuntungan: Menurut kepercayaan tradisional, Dzi Bead ini dipercaya dapat membantu menangkal berbagai bencana, menumbuhkan welas asih, meningkatkan kewibawaan dan kehormatan, mendukung pencapaian kesuksesan dalam karier, serta mengubah kesialan menjadi keberuntungan.

Keunggulan

  • Sebagai salah satu jenis Dzi Bead yang paling istimewa, karakteristik produk dan koleksi Dzi Bead Antik Bermata Sembilan terutama terlihat pada material dan teknik pembuatannya, makna totem, serta patina dan jejak pelapukannya.
  • 1. Karakteristik Material dan Tekstur Tampilan
  • • Mineral Alami: Material utamanya berupa serpih Batu Sembilan Mata (kalsedon alami, akik, atau mineral khusus), dengan tingkat kekerasan yang sangat tinggi dan mendekati tingkat kekerasan batu permata.
  • • Warna dan Kilau: Warnanya umumnya berupa putih susu, hitam, cokelat, merah, atau hijau muda, dengan material berwarna putih susu yang dianggap paling unggul. Dzi Bead tua yang autentik biasanya memiliki kilau alami yang lembut dan hangat menyerupai minyak pada permukaannya, tidak terasa kering seperti kaca modern atau benda tiruan biasa.
  • • Tekstur Pelapukan: Seiring berjalannya waktu, permukaan Dzi Bead Antik Bermata Sembilan biasanya membentuk “pola pelapukan” yang khas secara alami, menyerupai bekas cakar atau pola sisik ikan akibat perubahan dan pengelupasan alami, dengan tingkat kedalaman yang beragam.
  • 2. Karakteristik Totem dan Budaya
  • • Susunan “Sembilan Mata”: Pada permukaan manik-manik terdapat sembilan totem berbentuk “mata” atau lingkaran yang tersusun secara rapi atau simetris.
  • • Makna Tertinggi: Dalam Buddhisme Tibet dan budaya tradisional, sembilan mata melambangkan “Sembilan Tingkat Kebajikan” serta pergerakan sembilan planet di alam. Dzi Bead ini secara simbolis dikaitkan dengan kewibawaan yang tinggi, bertambahnya welas asih, serta perlindungan dari berbagai bencana, sehingga dikenal sebagai “Raja Dzi Bead”.
  • 3. Teknik Pembuatan dan Nilai Koleksi
  • • Teknik Etsa Kuno: Menggunakan teknik etsa akik kuno yang telah berkembang selama berabad-abad dan memiliki tingkat kesulitan tinggi, sehingga pola hitam-putih yang tegas dapat menembus hingga ke lapisan dalam batu. Garis-garisnya tampak mengalir secara alami dan setiap benda memiliki karakter yang unik.
  • • Kelangkaan Tinggi: Karena usianya yang telah lama, jumlah benda yang masih ada relatif terbatas, serta memiliki nilai sejarah dan seni yang tinggi, Dzi Bead Antik Bermata Sembilan menjadi benda koleksi yang sangat diperhatikan dalam pasar barang antik dan benda koleksi internasional.